Translate

Selasa, 08 Januari 2013

MASJID MEGAH LUAS NAN SUNYI SENYAP Dalam sebuah perjalanan, kami singgah di masjid yang cukup megah dan luas. Lega rasanya karena dapat melepas lelah, beristirahat sambil menunggu saat Ashar tiba. Sebagai seorang muslim, kesan pertama sangat bangga ketika melihat masjid yang cukup megah dan luas ini. Sekaligus mengagumi masyarakat sekitar masjid akan kemampuannya dalam membangun masjid sebagus ini. Terlebih kagum lagi ketika saya membaca saldo kas masjid yang cukup besar, yang tertulis di papan pengumuman. Namun, kebanggaan dan kekaguman saya mulai melarut saat Ashar tiba karena belum ada seorangpun yang datang, kecuali kami berdua sebagai tamu jauh. Tujuh menit menunggu, tak seorangpun datang untuk mengumandangkan adzan. Akhirnya saya memberanikan diri untuk menghidupkan pengeras suara dan mengumandangkan adzan. Setelah shalat sunnah selesai, kekecewaan bertambah lagi karena belum ada seorangpun yang datang ke masjid. Cukup lama menunggu, muncullah seseorang datang. “Lumayan”, begitu saya membatin. Eh..., orang inipun ternyata bergegas keluar. Rupanya dia melaksanakan shalat sendirian, tidak menunggu shalat berjamaah. Hampir lima belas menit berlalu, belum juga ada orang yang datang. Lenyap sudah kekaguman dan kebanggaan saya mampir di masjid yang megah dan luas itu. Masyarakat di sini ternyata hanya mau membangun tapi tidak mau memakai. Akhirnya, hanya kami berdua yang melaksanakan shalat jamaah. Artinya, kalau saat itu kami tidak mampir, masjid tersebut benar-benar sunyi senyap, karena jumlah jamaahnya nol! Bicara fakta, potret sebagian besar masjid di Indonesia layak diberi judul: “Masjid Megah Luas Nan Sunyi Senyap”. PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN Rumah megah, mobil mewah, harta berlimpah tapi tidak shalat berjamaah? Sungguh ini benar-benar termasuk orang miskin sejati. BENAR! Karena jika tidak shalat berjamaah “gaji”nya hanya 1/27 atau 3,7%. Kemiskinan sejati, penyebab sesal & gentar di yaumul hisab. Kemiskinan sejati, menyeret menuju puncak kesengsaraan di hawiyah ! “Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (yaitu) api yang sangat panas” (QS Al Qariah : 8-11). KEMISKINAN SEJATI, melanda mayoritas penduduk negeri ini. Mari kita dukung program pengentasan kemiskinan ini dengan membentuk PPKSB. JADIKAN MASJID KITA : JAMAAH SUBUH SERAMAI SHALAT JUMAT Segala puji bagi Allah, sang Maha Penting. Tiada yang lebih penting selain memenuhi perintah-Nya, termasuk dalam memenuhi adzan, panggilan-Nya. Shalawat dan salam tetap atas Rasul Muhammad teladan terbaik, manusia super sibuk yang tak pernah meninggalkan shalat berjamaah di masjid. Teriring doa semoga kita selalu meneladaninya, Amin. Program menggalakkan shalat berjamaah identik dengan program pengentasan “kemiskinan”, karena mereka yang tidak berjamaah adalah orang yang amat “miskin“. Tolak ukur keberhasilan sebuah masjid adalah jumlah jamaah shalatnya. Bukan dari kemegahan atau luas bangunan fisik. Bukankah fungsi utama masjid adalah untuk shalat berjamaah? Berapa shaf jamaah Subuh di masjid kita? Mengapa banyak masjid megah & luas, tapi jamaahnya sangat memprihatinkan? Mari makmurkan masjid kita: Jadikan Jamaah Subuh Seramai Shalat Jumat! Segera wujudkan ini dengan membentuk “Panitia Pembangunan Kebiasaan Shalat Berjamaah (PPKSB)”, sebuah Tim Sukses untuk menggalakkan shalat berjamaah, di masjid kita masing-masing. PERLUNYA DIBENTUK TIM SUKSES P P K S B Mengapa seseorang berhasil memenangkan pilkada, atau menjadi presiden? Mengapa masjid kita yang luas dan megah ini dapat berdiri? Jawaban dari kedua pertanyaan di atas adalah : “Karena adanya Tim Sukses”. Kita maklumi bahwa Tim Sukses mempunyai kekuatan sbb: Bekerja dengan sangat fokus pada tujuan Terkoordinasi dengan sangat baik Kerja sama yang tangguh, saling mendukung Pada saat membangun atau merenovasi masjid, tentu terlebih dahulu dibentuk Tim Sukses, yang biasa disebut dengan Panitia Pembangunan atau Panitia Renovasi. Karena itu, wajar saja jika dimana-mana banyak yang sukses membangun atau merenovasi masjid. Akan tetapi, hampir semua masjid yang telah berdiri megah dan luas tersebut jumlah jamaah shalatnya sangat memprihatinkan. Mengapa demikian? Satu-satunya jawaban yang tepat adalah: “Karena tidak dibentuk Tim Sukses!” yang fokus membangun shalat berjamaah. Bisakah membangun sebuah masjid tanpa adanya Panitia Pembangunan? Tentu tidak bisa, bukan? Demikian juga dalam membangun jamaah. Jika mengharap agar masjid kita jamaahnya seramai shalat Jumat, tanpa adanya panitia / tim sukses, tanpa program kerja terarah, tanpa kordinasi yang baik, tanpa kerjasama yang tangguh dan tanpa fokus kepada tujuan, jangan harap angan-angan tersebut dapat terwujud !!! Karena itu, untuk membangun jamaah masjid kita secara maksimal, tidak ada pilihan lain kecuali membentuk tim sukses yang fokus menggarap peningkatan jamaah shalat. Tim sukses inilah yang disebut dengan: Panitia Pembangunan Kebiasaan Shalat Berjamaah (PPKSB) Tujuan: Membangun kebiasaan warga untuk selalu shalat berjamaah di masjid Target: Meningkatkan jumlah jamaah shalat hingga seramai shalat Jumat, dengan tata cara shalat yang benar. PPKSB pertama kali terbentuk di masjid Nurul Huda, Kademangaran – Tegal, pada tanggal 11 Desember 2002. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dewi Aulia, S.Ag Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang, dalam skripsinya yang berjudul: “Peranan PPKSB Terhadap Pembiasaan Shalat Berjamaah di Masjid Nurul Huda Kademangaran Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal” didapat kesimpulan sbb: Tingkat keberhasilan PPKSB menaikkan jamaah sebesar 700%, walaupun tidak semua program PPKSB dijalankan dengan baik. LIMA IMBALAN PENGURUS PPKSB Dakwah bukan hanya tugas para ulama, tapi tugas setiap mukmin. Hal ini sesuai dengan firman Allah pada QS At Tahrim:6        “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”. Menjaga keluarga (rumah tangga, lingkungan & bangsa) dari api neraka, tentu dilaksanakan dengan berdakwah. Dakwah adalah segala tindakan yang bersifat mengajak kebaikan, jadi bukan hanya memberikan ceramah tapi bisa berupa penerbitan buletin, penyebaran buku atau ikut dalam kepengurusan PPKSB. PPKSB adalah kepanitiaan dakwah, maka pengurus PPKSB Insya Allah akan mendapatkan 5 imbalan sbb: • Telah memenuhi perintah Allah untuk berdakwah sesuai ayat di atas • Menjadi orang yang beruntung - “Demi masa, sesungguhnya manusia dalam keadaan rugi, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih dan nasihat- menasihati tentang kebenaran dan kesabaran (berdakwah)” (QS Al Ashr 1:3). • Mendapat pertolongan dari Allah SWT - “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (QS Muhammad :7). • Terhindar dari siksa yang pedih - “Hai orang-orang yang beriman, maukah kamu Aku tunjukkan perniagaan yang dapat menghindarkan dari siksa yang sangat pedih?. Berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjuanglah di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Yang demikian itu adalah baik untukmu jika kamu mengetahui” (QS As Shaf 10). • Mendapat pahala yang tak terhingga - “Barangsiapa memberikan syafaat kebaikan, maka ia akan memperoleh bagian pahala daripadanya” (QS An Nisa :85). Maksud memberi syafaat kebaikan adalah memberi dorongan, informasi, fasilitas, ajakan dll untuk berbuat baik. - “Barangsiapa merintis jalan kebaikan dalam Islam, berarti dia memperoleh pahala (sendiri) dan pahala orang-orang yang mengikuti jalan kebaikan tersebut dengan tiada mengurangi pahala mereka sedikitpun” (HR Muslim). Maksud ayat & hadits di atas adalah jika dengan pembentukan PPKSB ada 1000 orang shalat berjamaah, maka imbalan pengurus PPKSB adalah 1000 x 27 derajat atau 27.000 derajat, dengan tidak mengurangi pahala mereka yang melakukannya. Dengan dasar pertimbangan 5 keuntungan yang luar biasa inilah, mari segera kita bentuk: Panitia Pembangunan Kebiasaan Shalat Berjamaah (PPKSB) di masjid kita masing-masing. Pastikan kita aktif dalam kepanitiaan ini. Fastabiqul khaerat, berlomba-lombalah dalam kebaikan! STRUKTUR ORGANISASI PPKSB TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB I. KETUA UMUM • Memastikan semua program PPKSB berjalan dengan baik • Melaksanakan rapat rutin dua mingguan untuk membicarakan hasil peningkatan jamaah, analisa pelaksanaan program dan rencana tindakan perbaikannya Kepala Seksi Dakwah Anggota Anggota Anggota Kepala Seksi Kajian Shalat Kepala Seksi Pembenahan KETUA UMUM • Menyelenggarakan bimbingan/training untuk meningkatkan kemampuan tim II. SEKSI DAKWAH Melaksanakan Program Dakwah sbb: Dakwah Billisaan (Dakwah Lisan) • Tabligh akbar “Strategi Membangun Kebiasaan Shalat Berjamaah” • Dakwah Harian Membaca ayat/hadits tiap hari, qabla Isya atau waktu lain yang sesuai • Dakwah Qabla Jumat Membaca teks “Perintah Shalat Berjamaah” sebelum shalat Jumat dimulai • Dakwah Sabtu Silaturahmi Silaturahmi mengajak shalat berjamaah, dari rumah ke rumah • Dakwah Intensif Ramadhan Membaca 1 buah buletin dakwah PPKSB setiap hari, sebelum kultum Dakwah Bissutuur (Dakwah Tertulis) • Pemasangan Lembar Motivator untuk Seluruh Warga Mendistribusikan “Lembar Motivator” ke seluruh warga, berisi: • 4 Langkah Sukses • Makna Adzan • Perintah Shalat Berjamaah Lembar motivator tersebut dipasang di rumah & di tempat kerja. Program pemasangan ini dilakukan oleh petugas, secara langsung mendatangi rumah-rumah warga. • Buletin Dakwah PPKSB Terbit mingguan, khusus untuk memotivasi shalat berjamaah. Dengan bahasa yang renyah, padat berisi dan promotif. Harus dibagikan ke rumah-rumah warga, agar menjangkau seluruh warga. Tidak cukup hanya diletakkan di masjid, karena tidak dapat menjangkau seluruh warga. • Undangan Shalat Berjamaah Mengajak shalat berjamaah dengan menyebar undangan Dibuat setiap bulan, dibagikan ke seluruh rumah warga • Sticker Setiap 3 bulan, isi memotivasi shalat berjamaah, dibagikan ke seluruh rumah warga • Pemasangan spanduk Tema : mengajak shalat berjamaah. Dipasang di masjid / sekitarnya, ganti disain dan tulisan setiap 6 bulan. III. SEKSI PEMBENAHAN • Pembenahan Iqamat - Membuat jadwal iqamat - Memberlakukan jam & lampu iqamat (lihat lampiran) - Memastikan iqamat tepat waktu • Pembenahan muadzin & imam (memastikan muadzin & imam disiplin) - Membuat jadwal muadzin & imam - Memasang jadwal waktu shalat - Memastikan adzan tepat waktu - Memastikan imam hadir tepat waktu • Pembenahan pengeras suara Pengeras suara yang lemah tidak membangkitkan motivasi shalat berjamaah • Pendataan Warga Pria (Min SMP) Bertujuan agar total obyek terdata seluruhnya, target keberhasilan lebih jelas • Riset Pemasangan Lembar Motivator Riset ini bertujuan untuk memastikan semua warga telah memasang “Lembar Motivator” dengan baik. Riset dilakukan dengan cara sensus, rumah yang belum terpasang bisa langsung dipasang saat diadakan sensus. Target : semua warga telah memasang dengan baik. • Pendataan Pelaksanaan Program PPKSB Dibuat setiap bulan, untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan program • Pengukuran Hasil (Jamaah Subuh) Diukur tiap minggu, untuk melihat hasil dari program yang telah dilaksanakan • Analisa Pelaksanaan Program PPKSB & Rencana Perbaikan Dilaksanakan tiap bulan, agar dapat mengetahui hambatan-hambatan dalam melaksanakan program, serta untuk merencanakan langkah-langkah perbaikannya. IV. SEKSI KAJIAN SHALAT • Menyelenggarakan kajian Shalat Nabi - Agar semua jamaah dapat melaksanakan shalat sesuai tuntunan shalat nabi - Membuat modul tuntunan wudhu & shalat nabi, untuk dibagikan - Evaluasi bagi yang sudah mengikuti modul, untuk mengetahui apakah setiap jamaah sudah benar-benar dapat melaksakan wudhu & shalat nabi atau belum. Gunakan check list evaluasi! - Kajian & evaluasi diulang setiap tahun, untuk melihat perkembangan & refresh • Menyelenggarakan kajian Shalat Khusyu’ - Agar semua jamaah dapat mengerjakan shalat dengan khusyu’, sehingga shalatnya dapat memberi manfaat untuk hati dan tubuh Perintah Shalat Berjamaah Allah SWT berfirman: “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukulah beserta orang-orang yang ruku” (QS Albaqarah 43). Rasulullah SAW bersabda: “Jika kamu mendengar suara adzan, maka penuhilah panggilan Allah itu” (HR Thabrani). Dari Abu Hurairah : Seorang pria buta mengadu kepada Rasulullah SAW, katanya: “ Ya Rasul, tiada seorang penuntun bagiku yang menolongku mengantar ke masjid, maka berilah keringanan untukku shalat di rumah. Kemudian, ia diberi keringanan oleh Rasul. Namun ketika ia tegak dan baru beberapa langkah pulang, Rasulullah SAW memanggilnya kembali, sabdanya : “Adakah kamu mendengar adzan shalat?”. Jawabnya: “Ya, aku mendengarnya”. Sabda Rasul : “Untuk itu, hendaklah engkau penuhi panggilan itu”. (HR Muslim) Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: Pahala shalat berjamaah lebih besar dibanding sendirian terpaut 25 derajat, baik di pasar ataupun di rumah, yang demikian itu karena seseorang ketika berwudhu dengan sempurna, lalu berangkat ke masjid dengan satu tujuan (shalat), setiap langkahnya dinaikkan satu derajat dan diampuni satu dosanya, hingga menginjak pintu masjid, maka sesudah di dalam masjid, dia dicatat melakukan shalat selama menunggu shalat, dan didoakan oleh malaikat selama berada di majlis shalatnya. Adapun doa malaikat sbb: Ya Allah, ampunilah dia, maafkanlah dan kasihanilah ia sepanjang tidak menyakiti dan sebelum berhadats di majlis itu. (HR Bukhari – Muslim) Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: ” Demi dzat yang diriku ditanganNya, aku ingin menghimpun kayu bakar, lalu kusuruh seorang mengumandangkan adzan shalat, dan kusuruh pula imam memimpin shalat berjamaah, dan kudatangi mereka yang tidak shalat berjamaah, kubakar mereka bersama rumah-rumahnya”. (HR Bukhari-Muslim) KESIMPULAN: -Shalat berjamaah adalah perintah Allah & Rasul-Nya -Sekalipun orang buta, tetap tidak mendapatkan dispensasi untuk meninggalkan shalat berjamaah. -Shalat berjamaah di masjid pahalanya berlipat ganda, setiap langkah menuju ke masjid (dalam keadaan wudhu) ditingkatkan 1 derajat & diampuni 1 dosa & didoakan oleh malaikat selama berada di dalam masjid! -Rasulullah SAW sangat benci kepada yang meninggalkan shalat berjamaah di masjid, sampai-sampai bersumpah ingin membakar mereka beserta rumahnya! Semoga kita diberi kemudahan Allah untuk selalu melaksanakan shalat berjamaah, amin. Berapa Nilai Syahadat Kita ? Syahadat sebagai rukun Islam yang pertama memegang peranan yang sangat penting, yaitu sebagai fondasi untuk melaksanakan rukun-rukun Islam lainnya. Apakah kita sudah pernah mengukur kualitas syahadat kita? Mari kita mulai menganalisa dari syahadat tauhid “Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah”. Tuhan bermakna sesuatu yang disembah, yang ditakuti, yang diharapkan atau yang dipentingkan. Dengan demikian makna syahadat dapat berarti : - Tiada yang patut disembah selain Allah - Tiada yang patut ditakuti selain Allah - Tiada yang patut diharapkan selain Allah - Tiada yang patut dipentingkan selain Allah Contoh kasus 1, seseorang yang tengok kanan-kiri sebelum mencuri mangga milik tetangga. Ternyata dia lebih takut/malu kepada manusia ketimbang takut kepada Allah yang Maha Melihat. Dalam kasus ini, berarti nilai syahadat orang tersebut adalah 0 (nol), karena seharusnya tiada yang patut ditakuti selain Allah, dan ternyata dia lebih takut kepada manusia. Contoh kasus 2, orang yang tidak menghadiri shalat jamaah. Adzan adalah merupakan panggilan Allah (HR Tabrani). Jika kita mendengar adzan tapi tidak mau menghadirinya, berarti kita lebih mementingkan yang lain ketimbang Allah. Dalam kasus ini juga, berarti nilai syahadat kita 0 (nol), karena seharusnya tiada yang patut dipentingkan selain Allah, ternyata kita lebih mementingkan yang lain. Mari kita perbaiki kualitas syahadat kita dengan selalu menghadiri shalat berjamaah di masjid! *** Panitia Pembangunan Kebiasaan Shalat Berjamaah (PPKSB) Masjid Nurul Huda, Kademangaran – Tegal =================================================== Assalamu alaikum wr, wb Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berwudhu dari rumahnya, lalu berangkat menuju masjid menegakkan shalat fardhu, maka setiap langkah kanan kirinya untuk melepas dosanya dan mengangkat derajatnya”. (HR Muslim) Mengingat pentingnya shalat berjamaah tersebut, mari sama-sama kita niatkan hadir pada: Acara : Shalat 5 waktu berjamaah Tempat : Masjid Nurul Huda, Kademangaran – Tegal Semoga Allah memberikan kemudahan bagi kita semua untuk selalu hadir dalam melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Wassalam, Tegal, …………………… Ketua PPKSB Nurul Huda ttd Drs. H. Muhammad Said Contoh aja ustadz Perangkat 4 STICKER & SPANDUK (Dipergunakan untuk program Dakwah Bisutur) Shalat berjamaah pahalanya lebih tinggi 27 derajat dibanding shalat sendirian (HR Bukhari –Muslim) Sticker motivasi shalat berjamaah, dibagikan setiap 3 bulan Spanduk dipasang di masjid / sekitarnya. Ganti disain & isi setiap 6 bulan AKHMAD TEFUR www.shalatsempurna.com 90 Strategi Membangun Kebiasaan Shalat Berjamaah Perangkat 5 UNDANGAN SHALAT BERJAMAAH (Untuk program Dakwah Bisutur, dibagikan setiap bulan) Kepada Yth: Bpk/Sdr H. Muhammad Ali & Kel. di Tempat Panitia Pembangunan Kebiasaan Shalat Berjamaah (PPKSB) Masjid Nurul Huda, Kademangaran – Tegal =================================================== Assalamu alaikum wr, wb Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berwudhu dari rumahnya, lalu berangkat menuju masjid menegakkan shalat fardhu, maka setiap langkah kanan kirinya untuk melepas dosanya dan mengangkat derajatnya”. (HR Muslim) Mengingat pentingnya shalat berjamaah tersebut, mari sama-sama kita niatkan hadir pada: Acara : Shalat 5 waktu berjamaah Tempat : Masjid Nurul Huda, Kademangaran – Tegal Semoga Allah memberikan kemudahan bagi kita semua untuk selalu hadir dalam melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Wassalam, Tegal, …………………… Ketua PPKSB Nurul Huda Drs. H. Muhammad Said AKHMAD TEFUR www.shalatsempurna.com 91 Strategi Membangun Kebiasaan Shalat Berjamaah Waktu Tenggang Subuh + 15 menit Duhur + 10 menit Ashar + 10 menit Maghrib + 8 menit Isya + 8 menit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar